//
archives

Uncategorized

This category contains 8 posts

Originally posted on World:
When U.S. President Barack Obama arrived in Burma on Nov. 19, locals lined the streets, waving American flags that a couple years ago could have landed them in jail. “For many years, the U.S. flag meant defiance against the regime,” says Thiha Saw, a newspaper editor in Rangoon, the country’s largest…

Originally posted on Belfer In The News:
Declinist Pundits By Joseph S. Nye Foreign Policy “There is a simple three-step secret to success in political punditry: Identify a trend that is already happening, predict it will continue, and then, as the trend progresses, proclaim success. Of course, you have to make sure that you identify a…

Originally posted on World:
The U.S. “pivot” to East Asia is looking increasingly like a game of musical chairs. The military, diplomatic and economic shift, which President Obama first presented last fall, was envisioned as a response to the winding down of the long wars in Iraq and Afghanistan and the increasing military power of China. Last…

After Bo and Chen: How Beijing’s Intrigues Will Impact U.S.-China Relations

Originally posted on World:
TIME’s cover story this week (available to subscribers here), penned by our China bureau chief Hannah Beech, traces two separate yet equally convoluted political intrigues that have rocked Beijing and, as Beech writes, “riveted the world.” The first is the scandal of Bo Xilai, the charismatic politico and Communist Party scion…

Debating Syria

By John Feffer, April 24, 2012 at http://www.fpif.org/articles/debating_syria It’s easy to dismiss diplomacy as feckless. The art of negotiation always appears amateurish until it manages, against all expectation, to succeed. Even then, an agreement is only as good as its longevity. The February 29 pact between the United States and North Korea, the result of … Continue reading

China and Iran Breaking Up?

By Javad Heydarian, March 20, 2012 Originally published in The Diplomat They say that it’s only in hard times that you really see who your true friends are. What separates opportunistic partnership from genuine alliance isn’t necessarily treaties, but a willingness among both parties to hang onto their relationship when the going gets tough. With … Continue reading

ASIA TENGGARA DALAM KEPENTINGAN AMERIKA SERIKAT

Perkembangan hubungan internasional yang dinamis mempengaruhi arah kepentingan politik luar negeri Amerika Serikat (AS). Dari beberapa aspek, kawasan Asia Tenggara mungkin kehilangan signifikansi nilai strategisnya dibandingkan dengan kawasan Asia Timur. Meskipun demikian, AS tetap memiliki kepentingan yang sangat luas dibidang ekonomi, politik serta keamanan yang membutuhkan perhatian khusus.
Sebagai sebuah kawasan yang dengan penduduk sekitar 525 juta dan Gross National Product (GNP) yang mencapai hingga 700 milyar dolar, letak geografis yang strategis, serta kekayaan sumber-sumber alam yang dimilikinya, Asia Tenggara sering mendapat perhatian yang kurang intensif dalam politik luar negeri AS. Padahal dengan jumlah penduduk yang sangat besar, secara otomatis kawasan ini menjadi pasar yang luas bagi produk-produk AS, termasuk industri jasa dan investasi lainnya.
Selama masa perang dingin, kawasan Asia Timur sepertinya lebih menyita perhatian pemerintah AS dengan isu perlombaan senjata nuklir-nya.akan tetapi perkembangan saat ini memperlihatkan bagaimana Cina tiba-tiba muncul sebagai sebuah kekuatan ekonomi dan politik yang berpengaruh khususnya di Asia Pasifik. Bahkan secara ekonomi Cina mampu menguasai pasar Asia Tenggara. Fenomena kekuatan Cina ini kemudian menjadi salah satu faktor yang mendorong AS untuk kembali meningkatkan perannya di Asia Tenggara.
Apa saja kepentingan AS di kawasan Asia Tenggara serta sejauh apakah signifikansi kepentingan tersebut akan diuraikan secara rinci dalam pembahasan dibawah ini.

A. Kepentingan ekonomi Amerika Serikat di Asia Tenggara

Asia Tenggara merupakan kawasan yang sangat diuntungkan oleh letaknya yang strategis. Posisi Asia Tenggara tepat di persimpangan antara konsentrasi industri, teknologi dan kekuatan militer di Asia Timur laut ke utara, sub-kontinental dan sumber-sumber minyak di Timur Tengah ke Timur, dan Australia ke selatan.
Secara ekonomi Asia Tenggara merupakan bagian perdagangan dengan volume yang tinggi dari negara Jepang, Korea, Taiwan, dan Australia, termasuk impor minyak, transit Sea-lanes of Communications (SLOCs) negara-negara tersebut di Asia Tenggara. Sedangkan dalam perspektif militer, jalur laut Asia Tenggara sangat penting untuk pergerakan Angkatan Bersenjata AS dari Pasifik Barat ke Samudra Hindia dan Teluk Persia.
Dengan jumlah penduduk yang sangat besar secara otomatis Asia Tenggara merupakan pasar yang luas tidak hanya untuk produk tetapi juga bagi industri jasa AS. Asia Tenggara adalah patner ekspor sekaligus patner impor AS. Selain itu, Asia Tenggara juga merupakan kawasan tujuan bagi investasi tidak juga untuk ketidakstabilan kawasan ini akan menciptakan konsekuensi yang sangat besar terhadap Asia Timur secara menyeluruh dan pada akhirnya dapat mengancam kepentingan vital AS.

Continue reading

AMERIKA SERIKAT DAN NEGARA DUNIA KETIGA

Berakhirnya Perang Dingin dan hancurnya Uni Soviet, tidak serta merta merubah nilai negara Dunia Ketiga bagi Kepentingan Amerika Serikat dan juga bagi stabilitas dunia secara umum. Pemerintah AS sepertinya harus berkonsentrasi terhadap perkembangan negara dunia ketiga karena mereka lebih mudah mengalami konflik dan perang dibandingkan negara-negara lainnya. Dan sebagian besar negara dunia ketiga ini merupakan … Continue reading